Ada pasangan suami istri sudah menikah 3 tahun. Sang suami punya hobby hanya satu kalo ada di rumah yaitu menggauli istri tiap malam, sampai2 sang istri merasa kecapean. Bayangin 360 hari X 3 tahun.... = sekian kali digauli. Sementara tetangga sebelahnya kecanduan merokok sudah 3 tahun juga.
Suatu malam terjadi percakapan.
Istri : " Mas saya mau cerita....."
Suami : " Cerita apa...... "
Istri : " Anu mas.... Tetangga sebelah ..."
Suami : " Emang kenapa.... Tetangga kita ...?"
Istri : " Iya... tetangga kita sudah 3 tahun kecanduan rokok.... Dan sekarang sudah bisa berhenti...,"
Suami :" Terus....."
Istri :" Apa hobby mas juga bisa berhenti dulu.... ?"
Suami :" Jadi kita KB nih... ya udah kita pisah kamar... aja "
Malam pertama... si suami gelisahnya minta ampun, malam kedua, ketiga si suami kuat.. dan bisa tahan. Namun pas hari ketujuh... kamar si suami ada yang mengetuk...
Suami :" Siapa.... Tuh ?"
Istri :" Saya mas...."
Suami :" Ingat KB....KB.....KB.....KaBeeeeee...!!"
Istri :" Iya mas KB, tapi saya hanya ingin ngasih tahu.... bahwa tetangga sebelah udah merokok lagi...."
Suatu hari, Handoko datang menemui dokter spesialis kelamin untuk berkonsultasi. “Dok, saya punya masalah. Tapi… Dokter harus janji ndak akan ketawa!” kata Handoko.
“Jangan khawatir…. Saya janji tidak akan tertawa, itu kan melanggar sumpah kedokteran,” jawab dokter.
Handoko langsung menurunkan celananya. Kemudian, menunjukkan kelaminnya yang kecil sekali, mirip seperti karet penghapus pensil 2B. Melihat itu, dokter pun tidak kuat menahan tawa, sampai berguling-guling di lantai. Kira-kira lima menit, baru dokter itu mampu menghentikan tawanya. “Maaf Mas, saya kelepasan. saya janji tidak akan begitu lagi. Nah… sekarang ceritakan permasalahan yang Mas alami?”
Lalu Handoko ngomong dengan nada sedih, “Dok… sudah tiga hari, bengkaknya ga ilang-ilang….”
“Jangan khawatir…. Saya janji tidak akan tertawa, itu kan melanggar sumpah kedokteran,” jawab dokter.
Handoko langsung menurunkan celananya. Kemudian, menunjukkan kelaminnya yang kecil sekali, mirip seperti karet penghapus pensil 2B. Melihat itu, dokter pun tidak kuat menahan tawa, sampai berguling-guling di lantai. Kira-kira lima menit, baru dokter itu mampu menghentikan tawanya. “Maaf Mas, saya kelepasan. saya janji tidak akan begitu lagi. Nah… sekarang ceritakan permasalahan yang Mas alami?”
Lalu Handoko ngomong dengan nada sedih, “Dok… sudah tiga hari, bengkaknya ga ilang-ilang….”

0 Response for the " "
Posting Komentar